Antara Mencintai Dan Mengagumi

December 6th, 2008 by ipeh-chuantiq
Ketika kamu mencintai seseorang, waktu yang kamu habiskan dengannya merupakan bahagia yang tak terlukis
Ketika kamu mengagumi seseorang, waktu yang kamu habiskan dengannya merupakan bahagia yang bisa terucap

Ketika kamu mencintai seseorang, masa yang terlalui adalah masa yang ingin kamu ulang dengan bahagia yang sama
Ketika kamu mengagumi seseorang, yang terlalui adalah masa yang ingin kamu ulang dengan senang yang sama

Ketika kamu mencintai seseorang, jauh dilubuk hatimu… sebenarnya kamu menyimpan keinginan memilikinya
Ketika kamu mengagumi seseorang, jauh dilubuk hatimu… sebenarnya kamu menyimpan tanya adakah yang sepertinya

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang seseorang itu menghindarimu agar kamu tak terluka meski dia tahu cintamu tak harus milikinya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kadang seseorang itu menghindarimu agar kamu tak jatuh cinta padanya meski dia tahu rasamu tak selalu berujung cinta atau mungkin dia takut jatuh hati padamu

Ketika kamu mencintai seseorang, air matamu akan berlinang ketika dia meninggalkanmu
Ketika kamu mengagumi seseorang, kecewamu yang mengalir deras ketika dia meninggalkanmu

Ketika kamu mencintai seseorang, kamu bisa saja tak lagi memikirkannya terlebih ketika kamu mencintai seseorang yang baru
Ketika kamu mengagumi seseorang, meski kamu jatuh cinta berkali-kali dengan orang lain bisa saja kamu tetap menyimpan kekagumanmu dengannya dan kamu pun juga tahu bahwa disepanjang hidupmu belum tentu kamu akan menemukan sosok menakjubkan yang menjadi rasi bintang ketika kamu tersesat

Ketika kamu mencintai seseorang, setiap moment indah itu tak akan terlupakan
Ketika kamu mengagumi seseorang, setiap kata yang meneguhkan itulah yang seringkali kamu ulang dihati dan pikiranmu

Ketika kamu mencintai seseorang, ketika kamu kehilangannya… dia masih bisa memberikan inspirasi untuk karyamu
Ketika kamu mengagumi seseorang, ketika kamu kehilangannya inspirasi itu bisa saja berkurang namun bisa pula tumbuh dari jiwa yang lain

Ketika kamu mencintai seseorang, sebenarnya kamu ingin hidup bersamanya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu seringkali ingin berbagi dengannya betapa hidupmu bahagia hidup dengan orang lain yang kamu cintai

Ketika kamu mencintai seseorang, kamu tak ingin dia sedih dan berusaha menghiburnya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu tak ingin dia sedih namun kadang bingung harus bersikap seperti apa karena takut dia salah mengartikan sikapmu

Ketika kamu mencintai seseorang, dia bisa menjadi seseorang yang segalanya bagimu
Ketika kamu mengagumi seseorang, dia telah menjadi pintu untuk membuka duniamu yang tersembunyi

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu tak memerlukan alasan untuk mencintai
Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu selalu butuh alasan untuk mengaguminya

Ketika kamu mencintai seseorang, hal itu selalu berasal dari hati
Ketika kamu mengagumi seseorang, hal itu merupakan perpaduan antara hati dan pikiran

Ketika kamu mencintai seseorang, hatimu akan berkata ”Dia berbeda dan aku mencintainya”
Ketika kamu mengagumi seseorang, hatimu akan berkata ”Dia berbeda dan aku ingin sepertinya”

Ketika kamu mencintai seseorang, dia telah menjadi salah satu alasan mengapa kamu bertahan
Ketika kamu mengagumi seseorang, dia telah menjadi salah satu alasan mengapa kamu memiliki semangat

Ketika kamu mencintai seseorang, ketika kamu kehilangannya ”ada” hal-hal yang tak ingin kamu kenang
Ketika kamu mengagumi seseorang, ketika kamu kehilangannya seringkali ada hal-hal yang ingin kamu kenang

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu takut dia mengetahuinya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu tak peduli apa dia tahu atau tidak

Ketika kamu mencintai seseorang, kamu ingin berjalan disampingnya
Ketika kamu mengagumi seseorang, menatap jejaknya itu sudah cukup

Ketika kamu mencintai seseorang, yang kamu ingin tahu adalah bagaimana cara terbaik membuat dia bahagia denganmu
Ketika kamu mengagumi seseorang, yang kamu ingin tahu adalah bagaimana cara terbaik agar kamu menjadi seseorang yang menyenangkan baginya

Ketika kamu mencintai seseorang, mungkin kamu pernah berkali-kali jatuh cinta dalam suatu rentang waktu
Ketika kamu mengagumi seseorang, dalam rentang waktu yang sama belum tentu kamu berkali-kali mengagumi orang lain dengan sudut pandang yang sama

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu tak peduli dengan sikapnya. Yang kamu tahu kamu mencintainya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kadang kamu tak peduli dengan sikapnya. Yang kamu tahu kamu mengaguminya

Ketika kamu mencintai seseorang dan bila dia berkorban sesuatu untukmu kamu akan lebih mencintainya
Ketika kamu mengagumi seseorang, dan bila dia berkorban sesuatu untukmu, kamu ingin membalas kebaikannya

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang cintamu akan kamu simpan dalam hati dan kamu rela menunggunya selamanya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kekaguamanmu akan tetap hidup sampai waktu yang kamu sendiri tak mengetahuinya dan kamu tak perlu menunggu untuk kekaguman itu

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu melihat fotonya karena kamu sedang rindu, sebel, mengenang, ingin berbicara dengannya dan alasan lainnya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kadang kamu melihat fotonya seolah-olah dia sedang berbicara padamu untuk memberikanmu semangat

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang dia ingin tahu betapa dia sangat memperhatikanmu
Ketika kamu mengagumi seseorang, dia akan seringkali terdiam namun sebenarnya dia peduli terhadapmu

Ketika kamu mencintai seseorang, semua sikapmu dianggap wajar
Ketika kamu mengagumi seseorang, sikapmu kadang dianggap berlebihan

Ketika kamu mencintai seseorang, dia terlintas dipikiranmu karena kamu menyukainya
Ketika kamu mengagumi seseorang, dia terlintas dipikiranmu karena kamu ingin tahu apa, bagaimana dan seperti apa jalan dan pandangan baik darinya yang ingin kamu ikuti

Ketika kamu mencintai seseorang, kamu bisa menemukan getaran hati
Ketika kamu mengagumi seseorang, yang kamu temukan hanya cerah tanpa getar seperti kamu mencintai seseorang

Tidak semua orang bisa kamu cintai dan kamu kagumi
Tidak semua orang dari yang kamu cintai bisa kamu kagumi
Tidak semua orang dari yang kamu kagumi bisa kamu cintai
Antara mencintai dan mengagumi, keduanya memang terlihat hampir sama namun sebenarnya sangat jauh berbeda

Tidak semua orang mencintai kita dan tidak semua orang mengagumi kita. Yang mencintaimu bisa saja lebih dicintai orang lain dan yang mengagumimu bisa saja lebih dikagumi orang lain. Apapun itu bentuknya, intinya sama bahwa dengan semua itu hidup kita akan terasa lebih bermakna. Kadang dari hal kecil yang kita abaikan merupakan hal besar yang tak ingin dilupakan orang lain disepanjang hidupnya meski kamu telah melupakannya. Mencintai dengan wajar dan mengagumi dengan wajar… kebahagiaan dari dua rasa itu akan unik membawamu dalam hidup penuh warna.

__________________

CoNFFeSSiON

June 17th, 2008 by ipeh-chuantiq

Mungkin memang ku yang harus mengerti
Bilaku bukan yang ingin kau miliki
Salahkahku bila ………
Kau yang ada di hatiku
(Untitled-MaliQ)


duh, emang kok mas MaliQ itu ya kalau bikin lagu kok ya pas banget sama keadaan saya, jadi malu (narsis ^^)

duh napa ya rasa suka itu bikin orang jadi nggak jelas. terkadang bisa bikin semangat tapi bisa juga bikin drop. seperti saya ini. yang semakin hari semakin tidak jelas.

mungkin bisa jelas sih kalau saya bisa sedikit memberi penjelasan . tapi dasar saya ini memang bukan seperti orang kebanyakan. maksudnya, kalau orang lain menyukai seseorang, biasanya mereka akan mendekati.
 
untuk cewek kasih-kasih sinyal gitu lah. beri perhatian dikit-dikit. jadi jaim, sedikit cari perhatian. berubah menjadi orang yang menyenangkan minimal didepan orang yang bersangkutan atau apalah gitu.

kalau saya justru kebalikannya. saya akan menjadi orang yang sama sekali bukan saya. saya akan menjadi kagok di depan dia. grogi istilahnya. kalau biasanya saya enak diajak ngobrol, khusus sama dia saya jadi diem. nggak tau mau ngomong apa. merasa semua yang akan saya omongkan adalah hal yang tidak penting.

padahal kalo saya mau menyadari, setiap hal yang saya omongkan dengan teman yang lain pun juga tidak penting aslinya hehehehe. parahnya saya menjadi terkesan menjauh sama dia. padahal awalnya biasa aja. nggak pernah nyapa, nggak pernah ngajak ngobrol lagi. pokoknya bener-bener menjauh lah.

mungkin si dia yang saya maksud itu jadi bingung. dia pasti merasa kalau saya tuh membenci dia. padahal sebenarnya yang terjadi justru kebalikannya. saya sangat memperhatikannya. sampai teman-teman saya bosan mendengar perhatian saya sama dia yang tidak pernah saya sampaikan. malah saya lebih memilih mencurahkannya dengan teman-teman saya hahahahaha

misalnya saya pengen ngajak dia makan karena saya tau dia belum makan. bukannya mengajak dia, saya malah bertanya pada teman disamping saya. "kamu sudah makan belum. kalau belum makan yuk?" hmm….

pokoknya banyak lagi hal-hal yang saya lewatkan untuk bisa bareng sama dia. karena kebodohan saya tidak bisa bersikap "biasa" di depan dia. makanya aneh aja kalau mengaharap dia bakal suka sama saya. sedangkan menunjukkan tanda-tanda interest sama dia saja saya tidak bisa.

jadi semua itu hanya saya simpan dalam hati. atau saya ceritakan pada teman-teman dekat saya. sampai mereka selalu bilang. "kasihan ya dia nggak pernah tau kalau ada orang yang sangat memperhatikan dia sampai segitunya kayak kamu. padahal belum tentu dia juga menolak. tapi karena kamunya kayak gini terus ya nggak salah kalau dia nggak pernah suka sama kamu"

atau bilang "Gimana ada kemajuan nggak. jangan cuman cerita dia gini dia gitu tapi gak ada kemajuan. ayo maju dulu. kalo nggak gitu ya sudah lupain aja" setelah dibilangin gitu ya akhirnya saya cuman bisa senyum-senyum ga jelas.

kata menyerah sebenarnya sudah mau saya tanamkan sejak dulu. tapi entah mengapa saya tidak bisa. sebenarnya saya sudah capek. tapi itukan salah saya sendiri. mungkin saya seperti ini karena saya masih takut menerima kenyataan. alias takut ditolak. makanya setiap saya menyukai seseorang saya selalu memilih agar dia tidak sampai tau.

saya malu sekali kalau ternyata si dia sampai tau. di depan dia berlagak nggak ada apa-apa. padahal huhuuhuhuhuhu suka banget… aneh ya. selalu berharap orang yang disukai juga menyukai saya tapi saya selalu berusaha menghindar dari dia. dasar….

trus kalau ternyata dia sudah sama orang lain (saya nggak tau sih. tapi kayaknya belum deh) berarti salah saya kan. seperti kejadian kali ini. saya sudah menyukai dia selama setahun lebih. dan selama itu saya hanya berspekulasi dengan pikiran saya sendiri tentang  perasaan dia pada saya.

seperti dia gini. oh dia gitu. kayaknya dia suka sama itu deh. eh bukan ding sama yang ini. tuh kan dia kayak gitu. pasti gini deh dan bla bla bla bla lainnya. dan itu semua tanpa pernah saya ketahui yang sebenarnya. (bego ya^^)

tapi ya gitu, dia pasti nggak tau. dari yang biasa aja-suka-nggak suka-suka banget-suka-sampai biasa lagi. itu terjadi selama setahun belakangan ini. sampai ada beberapa orang yang mendekati sayapun, saya tidak memerdulikannya. saya hanya menganggap mereka semua sebagai sahabat.

sekarang saya hanya bisa biasa saja. untuk sampai ke tahap ini susah banget. saya sudah tidak berharap. hanya menjadikan semangat itu saja. tapi pernah nggak sih kamu punya pikiran kalau bagaimanapun rumitnya jalan yang kamu tempuh, pada akhirnya kamu bakal tetap sama dia??? (thx to hil ^^)

astaga… nggak realistis ya??? tapi namanya juga impian, nggak masalah dong. ya ampun impian, sampai segitukah rasa suka saya sampai menjadikan dia sebagai impian duh duh duh

sepert kata mbak gaby Idol aja,
terang saja…
aku menunggunya…
terang saja…
aku menantinya…
karena dia…
begitu indah

(Gaby Idol-begitu indah)

ya ampun, saya jadi bingung dengan diri saya sendiri. saya takut ini hanya cinta karena dekat, bukannya dekat karena cinta…

desperately,
-feb-

tiga permintaan

May 25th, 2008 by ipeh-chuantiq

hmmm, wait the ball or take the ball….
post out yang sempat membuat saya mendapatkan beberapa komen yang berisi nasehat dari pendapat mereka semua yang mengkomen….
serta sanggup menginspirasi salah satu sahabat saya untuk membuatnya sebagai tema blog (thx to hil ^^)
rata-rata semuanya bilang bahwa saya harus memilih untuk take the ball…
entah bagaimana caranya itu, yang pasti kesimpulan yang saya ambil adalah bahwa menunggu itu sama saja dengan membuang waktu…

berbicara mengenai hal ini, saya jadi teringat obrolan dengan salah satu teman saya yang saat ini lagi asik-asiknya menikmati perkerjaan sebagai IT, Juna…
kala itu, kita berdua sedang asik menonton latih tanding basket di GOR Kertajaya..
diiringi decit sepatu basket serta suara pantulan bola, saya pun bercerita kepada Juna mengenai apa yang saya rasakan terhadap seseorang…

saya tau sebenarnya Juna sedah eneg dengan cerita saya mengenai dia… saking seringnya saya bercerita mengenai dia namun tanpa kemajuan apa-apa… alias hanya mengagumi dia dari kejauhan tanpa sanggup berbuat apa-apa… Juna pun mendengarkan dengan raut wajah khasnya sambil sedikit tersenyum…

akhirnya setelah saya selesai bercerita sembari menghela nafas, Juna pun mulai berkomentar… intinya dia berkata bahwa terkadang seseorang itu apabila sedang merasakan sebuah "rasa" selalu berkata bahwa ia akan ikut saja dengan jalan yang akan diberikan oleh Tuhan… alias hanya bisa pasrah… kalau memang Tuhan memberikan jalan untuk jadi ya jadi, kalau nggak ya nggak….

padahal menurut Juna, semua itu hanya akal-akalan manusia saja… karena bagaimanapun yang mempunyai "rasa" itu ya hanya manusia sendiri… yang membuat jadi susah ya manusia itu sendiri…begitu juga yang membuat senang ya manusia itu sendiri….

Tuhan memang memberi kepada manusia sebuah "rasa"…. namun itu hanya sebuah fasilitas… fasilitas dimana hanya manusia yang bisa mengendalikannya… Tuhan hanya akan menentukan hasil akhirnya… tapi proses untuk menuju hasil akhir itu tetap manusia yang memilih… kalau berusaha dan yakin, prosentase keberhasilan bisa jadi lebih besar… namun bila hanya diam dan tidak berusaha, prosentase keberhasilan juga akan menjadi lebih kecil…

semua itu kembali lagi  pada pilihan yang diambil… semua kejadian memang sudah diatur… namun sebelum itu semua terjadi, sebenarnya semua masih menjadi sebuah pilihan, hanya saja karena Tuhan memang sudah tau pilihan apa yang akan kita ambil, makanya itu disebut sebagai takdir….

mendengar hal itu, saya hanya bisa diam… mungkin memang benar dengan apa yang Juna bilang… kalau memang itu bisa disebut sebagai sebuah pilihan, mungkin hingga saat ini saya masih memilih untuk menunggu… diam, tak bergerak, hanya bisa melihat tanpa bisa menyentuh… berputar-putar dengan semua pikiran yang ada tanpa bisa menemukan sebuah kepastian… saya sadar ini bodoh, namun entah mengapa saya lebih memilih seperti ini… dan hebatnya, memang Tuhan sudah tau saya akan memilih option ini…

untuk hasil akhirnya, saya hanya bisa yakin akan satu hal… namun itu hanya saya dan Tuhan yang tau… karena keyakinan yang saya yakini ini memang saya rasakan, namun saya tetap tidak akan tau tentang  masa depan… sedangkan Tuhan pasti sudah mengetahui apa yang akan terjadi  kedepannya…. bahkan  dengan apa yang terjadi pada seluruh kehidupan saya… dan saya percaya pada-Nya…

maka tidak adil rasanya bila saya pernah berfikir bahwa doa saya yang terdahulu belum ditunjukkan jalan oleh-Nya…. sempat berfikir bahwa hingga saat ini masih ada satu hal yang belum diberikan jalan oleh-Nya… tapi ternyata itu semua hanya kurangnya rasa peka saya terhadap apa yang telah ditunjukkan…

cerita bermula ketika tahun 2007 lalu saya sempat mempunyai tiga permintaan…. saya berusaha dan yakin akan hasil yang baik, dan Tuhan mengabulkan doa saya… saya sangat bersyukur sekali kepada-Nya… hingga tibalah saat saya menjalani permintaan saya yang ketiga…. sampai saat yang saya tentukan, saya merasa belum mendapatkan pencerahan…

berasa gundah, saya pun menyampaikan uneg-uneg saya kepada salah satu sahabat saya yang sudah saya anggap menjadi kakak saya sendiri, Dzuanda… kala itu saya cerita dengan mz Dzu mengenai hal itu… setelah mendengarkan cerita saya, ia  pun hanya  berkata sembari tersenyum…

saat itu mz Dzu bilang, bahwa  kalau saya mau menilik kembali apa yang terjadi dibelakang, serta peka sedikit saja dengan apa yang terjadi saat ini, saya pasti akan melihat dan merasakan JAWABAN apa yang telah diberikan Tuhan kepada saya…

saya pun diam berfikir… pasca kejadian itu, saya pun mulai memperhatikan keadaan sekitar, dan ternyata memang benar… Tuhan memang telah memberikan sebuah jawaban pada saya… hanya saja karena bentuk jawaban itu begitu berbeda dengan apa yang saya harapkan, maka saya selalu menganggap bahwa jawaban itu belum ada…

astagfirullah, ya ya ya…. dan akhirnya saya memahami itu… benar-benar suatu kejadian yang berharga banget… dan membuat saya semakin bersyukur padanya…

fiuh, semua itu memang berawal dari sebuah "rasa"… rasa yang membuat saya menjadi aneh, menjadi bingung… rasa yang saya buat sendiri tanpa tau kapan membuatnya… rasa yang membuat saya tidak pernah tau bagaimana mengakhirinya… rasa yang bisa membuat saya hanya mempercayai kata hati saya sendiri lebih diatas logika yang ada…. bodoh?? mungkin ya…. tapi salah, belum tentu… karena menurut saya, selama objektif masih bersanding dengan subjektif, semua masih ada kemungkinan…

xoxo,
-ipeh-

from DBL to DBL

April 8th, 2008 by ipeh-chuantiq

yo..ayo..
ayo… xxxx (nama sekolah peserta)
kuingin…
kita harus menang…

wuuuiiiih…..
merasa nggak asing dengan lirik ini…
atau memang sudah merasa eneg saking bosennya…
hahahaha…
mungkin bagi para suporter, lagu ini memang lagu wajib. istilahnya lebih sakral daripada lagu Indonesia raya sendiri…
buktinya hampir setiap pertandingan, pasti akan terdengar lagu ini…

tapi bagi para panitia, hal ini pasti merupakan suatu "siksaan" tersendiri…
bayangkan, nyaris satu setengah bulan kita harus mendengarkan lagu ini…
fiuh, sabar..sabar…
jadi jangan heran, apabila setelah event ini selesai bakal ada peraturan tidak tertulis  yang berbunyi : DILARANG MEMUTAR LAGU YANG BERHUBUNGAN DENGAN DBL !!!!
(paling berlaku buat para DJ kita tersayang hihihihi…)

hmm.. DBL..DBL..
exspecially me (bener ga sih tulisannya gini ^^)dan mungkin teman2 yang lain, event ini merupakan event yang melelahkan, membosankan, tapi juga "menyenangkan"…
gimana nggak, persiapannya aja sudah 3 bulan sendiri. belum lagi dengan eventnya yang nyaris 2 bulan… trus, tiap hari kerjaanya lihat GOR mulu. jadi berasa feel like home deh sama GOR…

trus saking sayangnya kita2 sama event ini, banyak juga yang membawanya sampai ke alam mimpi. seperti beberapa orang ini :

"aku lho pernah ngimpi tuh salah muter lagu pas pertandingan. mana disitu juga ada mas.xxx lagi. sampai deg2an sendiri. tapi untung cuman mimpi," ungkap Mr.Bro, salah satu the best DJ kita ^^

"sebagai anggota keamanan, screening adalah salah satu tugasku. saking seringnya, aku sampai reflek kalau melakukan itu. nah suatu kali, pas tidur aku mimpi lagi screening. tapi anehnya orang yang bersangkutan malah diem aja. nggak ngomong nggak apa. eh taunya emang cuman mimpi. dan yang tak screening itu gulingku sendiri. makanya kok nggak bergerak hehehehehe," seru Mr. Lee, seorang crew keamanan.

"Gara-gara keseringan jualan minum di Stand merz, aku sampai mempunyai reflek sendiri ketika berjualan. parahnya hal ini sampai terbawa ke alam mimpi. pernah suatu kali pada saat tidur, aku bermimpi sedang berjualan minum. ternyata mimpiku itu berbuah ngigau. parahnya, ibuku sampai tertawa melihatku. gara-garanya pada saat mengigau, secara reflek tangankupun bergerak maju seolah2 sedang menjualkan minuman. dengan kata2 ini mbak minumnya. wah jujur malu banget," ujar Mr. Ang, anggota sie Merz.

"Karena berhubungan dengan yang namanya perut,maka pekerjaan sie konsumsi ini menjadi lebih menkutkan daripada yang sebenarnya terlihat. bagaimana tidak, orang2 yang menjadi tanggunagan adalah orang2 yang pada dasarnya mempunyai usus 24 jari. jadi persediaannya harus benar2 diperhatikan. suatu kali, saking seriusnya menghitung jumlah makanan, aku sampai membawanya dalam alam mimpi. dalam mimpi, ternyata hitunganku salah. dan yang terjadi pasti dimarahin lah. apalagi muka sang ketua (saat itu) serem na’udzu billah. fiuh, untung mimpi. dalam kenyataanya bener kok hehehe," seru Miss.Iph, anggota sie kons.

tuh, percaya kan kalo kita "cinta" banget sama event ini.. ..
belum lagi dengan kebiasaan bangun pagi yang ditularkan…
kalau biasanya baru bangun jam 8, sekarang mau nggak mau harus menjalani life begins at 5…
trus segala kegiatan yang dilakukan pun, tanpa sadar jadi rutinitas harian yang menjadi kebiasaan..
jadi nanti selepas event, pasti ada aja yang dikangenin pada jam2 tertentu…
misal jam makan, jam leyeh2, jam nggosip, dan jam melihat pertandingan hehehe…

hmmm,..
tapi mungkin pada DBL kali ini bakal ada banyak yang berubah…
mulai anggotanya, peraturannya, dan mungkin juga tempatnya… (ada tempat baru euy..)
pasti banyak yang dikangenin dari tahun lalu… tapi pasti juga banyak yang bisa dipelajari dari tahun lalu…
perubahan selalu ada…. (damn!!!)
yang terpenting bukan perubahannya, tapi cara menghadapi perubahan itu…
semua yang telah berubah tetap dijadikan pelajaran… namun juga tetap mempunyai ruang khusus di hati masing2 orang…
(luv u all gals…)

tapi bagiku, ada satu yang tetap tidak berubah….
yeah…
tetap saja seperti itu, tidak berubah..
malah mungkin lebih parah….
(kampret!! ok, forget it…)

ps: bagi yang mengetahui tentang tulisan terakhir, dilarang tertawa ok !!!

From 19 to 20

February 11th, 2008 by ipeh-chuantiq

Ada yg blg bahwa pergantian umur dr satu angka ke angka berikutny amatlah sakral… Apalagi kalau yg bergeser adalah angka yg depan..hiiyaa..
Termasuk dri umur 19 ke 20..
Rasanya merasa aneh aj.. Nyadar kalo bkan remaja lg..tp dewasa..
Emg dewasa itu apa siy??
Bukanny ada kta “tua itu pasti, tp dwasa itu pilihan”..
Tp bnerny itu seperti apa ya..
Ak merasa kalau itu sebuah perubahan..
Perubahan yg pasti terjadi namun blum tntu bgus..
Ak hanya berusaha brubah k arah yg lbih baik.. Dlam artian ak terima sbg sbuah fase pembelajaran bwt ak..
Blajar untuk lbh menghargai diri sndiri.. Blajar lbh brsyukur sama Tuhan..blajar menerima sesuatu dgn pikiran positif..blajar bwt mengerti orang lain.. Blajar bwt brdiri d atas kakiku sndri dgn sgala kputusan yg tlah ak ambil..dan yg trakhir blajar untuk membuka hati dan mau menerima apa adanya..
Hanya mencoba untuk blajar..
Itu saja..

di saat menunggunya…

January 18th, 2008 by ipeh-chuantiq

"… i realize that seeing someone like this doesn’t come by itself. it come with love… (i think i start to fall for him…) and yes, i’m so cliche. but falling in love with the beast without knowing that he is so damn perfect and naturally kind is almost impossible for me. sometimes we always need to find our why we fall for someone, right???…. so yes once again i’m maybe so precditable and cliche to fall for him…."

                                                                 (by cintapucino)

so slah ga sih kalau aku tetap memilih menunggu hanya dengan alasan suka?? cliche..

salah ga sih kalo aku merasa lebih sakit ketika melihat dia juga tersakiti?? cliche…

salah ga sih kalau aku tetap memperhatikan dia dari jauh tanpa harus menunjukkan kalau aku suka?? cliche…

salah ga sih kalau aku tetap berharap?? cliche…

salah ga sih kalau aku tetap suka walaupun aku tahu dia tidak akan memperhatikan aku?? cliche..

salah ga sih kalau aku tetap suka walaupun aku tau dia udah menetapkan pilihan?? cliche..

salah ga sih kalau aku belum bisa membuka hati demi menunggunya?? cliche..

salah ga sih kalau aku belum bisa mencoba dengan yang lain karena selalu merasa lebih baik bersama dia?? cliche..

salah ga sih kalau pada akhirnya aku menjadi bodoh gara2 dia?? cliche…

salah ga sih kalau terkadang aku ingin mengobrol dengannya dan bilang tentang apa yang aku rasakan tentangnya?? cliche…

salah mungkin…

ps. masih tetap akan menunggu…

                                                                                      luv,

                                                                                     -ipeh-

desember rain…

December 24th, 2007 by ipeh-chuantiq

hujan,hmm….
sesuatu yang paling enak dilakukan adalah tuduran di kamar, sambil baca buku. yup buku. bukan bukunya deddy mulyana yng pasti atau catetannya yeni tentang langkah2 bikin skripsi dengan benar. buku yang ringan tentang seseorang yang lagi mengejar cinta. klise, tunggu dulu.mungkin emang iya tapi kalau dibaca amat sangat menghibur kok walaupun tetep pada intinya. cerita bermula saat si cowok sang pemeran utama yang bernama gege ketemu temen masa kecilnya yang sangat dia sukain yang namanya caca. ternyata usut punya usut selama ini dia ga pernah atau lebih tepatnya memilih untuk tidak pacaran hanya untuk menunggu cewek itu.omaigot…
dengan prinsipnya yang mancari dan menunggu, ia memilih mencari dan menunggu. lho maksudnya?? ya dia tetep mencari tapi tetep aja yang dicari itu yang ditunggu. ironisnya ada temen satu kantornya bernama tia yang sebenernya sayang banget sama dia tapi gengsi buat ngungkapin (ya iyalah emangnya eike cewek apaan yuuuuuk…. jual mahal duong). tapi apalah daya, cinta memang membuat bodoh,buta, dan teman2 sejenisnya yang lain yang ga pernah akur sama sang logika beserta rasionya.gegepun lebih memilih untuk mengejar sang pujaan hati.
hingga saat yang ditunggu2 tiba, yaitu hari penembakan. setelah dipersiapkan dengan matang, termasuk latihan ngomong biar si lidah ini tidak melungker kemana2 sehingga merusak moment yang telah ditunggu bertahun2, gege pun menyatakan cinta. mungkin Tuhan emang punya cara sendiri2 ya buat nunjukin jalan, yang jelas ga pake lampu senter hihihihihi. sang kuasa mentakdirkan si gege itu salah ucap. salah ucap nama maksudnya. yang ia sebutkan justru nama di tia temen satu kantornya itu. ya terang aja si caca jadi sewot sendiri. walah piye iki????
tibalah saat berkontempelasi bagi si gege (wadow bahasanya berat bo….!!!). setelah ditimbang dan diitung2 si gegepun akhirnya sadar bahwa 2 orang cewek tadi kalau diibaratkan seperti emas dan air (two thumb’s up to Adhitya Mulya, ideologinya keren banget!!!!). sang pujaan hati alias caca itu bagaikan emas. sangat berkilau dan apabila didapat dapat memberikan reaksi kimia yang duasyat a.k.a kebanggaan. sedang tia justru seperti air. saking terbiasanya “ada” kita bahkan sampai tidak menyadari air itu ada. akan bakal sangat terasa sekali pada saat air itu tidak ada. nggak bisa ngapa2in gityu…
so keputusan memang harus dibuat, memilih dengan orang yang disukai atau yang menyukai???apa pilihanmu??? atau apa pilihan si gege ??? mending baca aja kaleee (gege mencari cinta by Adhitya Mulya, loh kok promosi???)…. atau apa pilihanku???

pilihanku adalah memilih bersama orang yang dsukai. selfish memang, tapi gimana2 ego always to be king in here… syukur2 kalau feedback, kalo ga ya berjuang dulu sampai titik penentuan baru melangkah di jalan yang baru. kuno, mungkin… walaupun life is go on namun terkadang hidup baru akan berwarna pabila ada yang diperjuangkan. ibarat buku kita harus hemat, dihabisin dulu semua halamannya, kalu belum selesai nulisnya atau masih continue baru pindah buku yang baru, dengan lembaran yang baru juga tentunya…
owkey that’s me, how about you??? i don’t know….

try to receive…

December 12th, 2007 by ipeh-chuantiq

saat ini mungkin adalah saat yang paling menentukan buat aku. dimana semua hal itu terjadi dan menentukan. si satu sisi aku  merasa bahwa sekarang hidupku jauh lebih  berwarna daripada dulu. istilahnya Allah tuh udah  ngasih aku lebih daripada yang aku minta dan aku sangat bersyukur sekali untuk itu. dikasih disini tuh bukan berarti materi atau suatu barang tapi lebih kepada  kadar penerimaan.  sekarang aku lebih bisa menerima  segala hal dengan pikiran yang terbuka. baik itu dari segi social life, keluarga, maupun penerimaan diri sendiri.

sekarang aku hanya merasakan apa yang aku rasakan. aku hanya berpikir semua itu pasti ada jalannya. hanya mencoba menikmati walaoupun itu sakit. ntahlah aku juga bingung. padahal di sisi lain aku juga merasakan kosong, no heart feeling with everything, aku cuma menjalankan kata hati dengan sesekali bertanya untuk mendapatkan nasehat. sebenarnya aku tau kalau terkadang sifatku itu salah, tapi untuk saat ini aku hanya ingin menjalani seperti itu. selfish… mungkin….

pertanda??? apa iya…

September 26th, 2007 by ipeh-chuantiq

bagi orang-orang tua jaman dulu,mimpi bukan hanya sekedar bunga tidur.ga percaya??? coba deh tanyain sama mama papa nenek kakek arti dari suatu mimpi pasti jawabannya macem-macem. yang inilah yang itulah, ya mungkin hal itu yang menjadi dasar pnerbitan buku primbon alias tafsir mimpi. tapi di jaman modern kayak gini emang masi berlaku??? who knows…

tapi aku lebih memilih untuk percaya.bukan dengan arti mimpi tersebut. tapi hanya sekedar pertanda.pertanda apa yang akan terjadi. kebetulan??? mungkin juga tapi kenapa kok selalu dengan orang yang sama. secara yang terjadi di sana sepertinya berbalik 180 derajat dengan yang terjadi di sini alias nggak mungkin gitu loh…

lebih tepatnya 3x. mimpi yang berbeda dengan orang yang sama. jangka waktu yang dekat dan benang merah yang sama. padahal kalo dipikir2 pake logika hal itu ga mungkin dilakukan sama orang itu. kalo sampei iya brarti itu sebuah keajaiban.

apa mungkin gara2 aku terlalu memikirkan orang itu ya sampai2 terbawa ke alam mimpi. tapi apa mungkin sesering itu dapet mimpi yang notabenenya sama. apakah akan terjadi perubahan dalam realisasinya??? kita tunggu saja….

antara realita dan cinta (halah)

August 23rd, 2007 by ipeh-chuantiq

terkadang apabila ditanya kamu suka sama orang itu karena apa siy?? ato emangnya apa siy yang kamu suka dari orang itu sampe kamu bisa menyebutnya "suka" ato "cinta"??

ok,mungkin itu hanya pertanyaan yang klise atau yah hanya sekedar lontaran pertanyaan sambil lalu, tapi coba bayangkan  apabila kita berada pada posisi orang yang ditanya gimana jawabnya??? aku yakin siy rata2 jawabannya kalo ga tau ya menyebutkan segala kelebihan yang ada like cakeplah cantiklah berprestasilah baik ato perhatianlah,tapi tetep aja ga ada yang bisa menyebutkan secara spesifik alasan apa yang membuat kita suka sama seseorang

yup,menurutku itu masalah hati,masalah kenyamanan spiritual yang ga bisa dijelaskan dengan apapun dan yang pasti ga bisa dipaksa. sebuah masalah yang tulus, yang bisa bikin jungkir balik ga keruan. sebuah masalah yang terkadang seperti sayap yang apabila dalam keadaan sehat bisa membuat terbang tinggi sampe awan, kalo terluka bisa membuat jatuh sampai luluh lantak (samson banget ga sih =P)

so kalo ada yang bilang kalo suka dan cinta itu harus berlandaskan kata realistis, apa yang harus diperbuat?? tetap dengan  rasa tulus ataukah harus ada embel2 agar bisa terkesan realistis. menurutku itu merusak citra  dari rasa  suka itu sendiri. rasa yang seharusnya tulus tanpa beban, nyaman karena dijalani dengan hati harus tercemari dengan kepura2puraan  "dunia luar" agar bisa terlihat bagus.

hidup tuw udah sandiwara,udah banyak topeng yang dipake, kenapa siy dalam masalah seperti ini kita harus memakai topeng lagi, ga bisa ta transparansi dijalankan dalam proyek ini. ga bisa ta kita bilang rasa suka itu ya suka. ga ada alasan yang lain. that’s it…

ok, mungkin terkesan muna’ tapi bukannya hal seperti itu terkadang ga pake logika. ada yang rela disakiti berkali2 demi memperjuangkan kata "sayang", ada juga yang mengatakan tidak pada "cinta" kerena takut disakiti….

so realistis nggak sih kalo aku bilang aku menyukai seseorang hanya karena aku "suka" , aku juga nggak tau…..